Pengantar Teknologi Informatika
1. JENIS PIRANTI KELUARAN
1. Pengertian dan Jenis Piranti Keluaran
Piranti Output atau Perangkat Keluaran
Peralatan yang berfungsi untuk mengeluarkan hasil pemrosesan ataupun pengolahan
data yang berasal dari CPU kedalam suatu media yang dapat dibaca oleh manusia
ataupun dapat digunakan untuk penyimpanan data hasil proses. Hasil pemrosesan
tersebut dapat digolongkan menjadi empat bentuk, yaitu tulisan, image, suara,
dan bentuk lain yang dapat dibaca oleh mesin (machine-readable form). Tiga
golongan pertama adalah output yang dapat digunakan langsung oleh manusia,
sedangkan golongan terakhir biasanya digunakan sebagai input untuk proses
selanjutnya dari komputer. Selain itu, perangkat keluaran juga digunakan
sebagai alat interaksi antara pengguna dan computer.
Peralatan output dapat berupa:
1. Hard-copy device, Yaitu alat yang digunakan
untuk mencetak tulisan dan image pada media keras atau memberikan keluaran
berupa bahan cetakan. • Contoh : printer, plotter, dan alat mikrofilm.
2. Soft-copy device, aitu
alat yang digunakan untuk menampilkan tulisan dan image pada media lunak yang
berupa sinyal elektronik. • video display (monitor), flat panel, dan speaker.
3. Drive device atau driver,
yaitu alat yang digunakan untuk merekam simbol dalam bentuk yang hanya dapat
dibaca oleh mesin pada media seperti magnetic disk atau magnetic tape. Media
magnetic merupakan media ketiga yang bisa digunakan untuk menampung output
komputer. Output yang ada akan disajikan dalam bentuk guratan-guratan magnetic
yang bisa digunakan untuk menyimpan secara langsung hasil pemrosesan. Alat ini
berfungsi ganda, sebagai alat output dan juga sebagai alat input. Drive device
yang menggunakan media magnetic disk adalah disk drive, dan menggunakan media
magnetic tape adalah tape drive.
2. MONITOR
Monitor merupakan output Softcopy device / alat keluaran yang berfugsi untuk menampilkan gambar pada layar. Gambar yang ditampilkan berasal dari proses grafis yang dilakukan oleh VGA Card. Berdarsarkan teknologi yang digunakan monitor memiliki 2 jenis yaitu CRT (Cathode Ray Tube) dan LCD (Liquid Crystal Display)
2.1. Ukuran Monitor
Ukuran diagonal layar monitor. Misalnya LCD 17″ (inch), yang berarti ukuran diagonal layar tersebut (pojok kiri bawah ke pojok kanan atas) sepanjang 17 inchi. Ukuran yang biasa dijumpai misalnya 15″, 16″, 17″, 18.5″, 19″, 22″ dan lainnya.
2.2. Resolusi Monitor
• CGA (Color Graphics Adapter), dikenalkan oleh IBM pada tahun 1981 sebagai monitor warna standar untuk komputer IBM. Pada saat itu standar CGA video card-nya hanya dengan kapasitas video RAM sekitar 16 MB saja.
• EGA (Enhanced Graphics Adapter), dikenalkan oleh IBM pada tahun 1984. Resolusinya 640×350 pixel dengan 16 warna (4 bpp –bits per pixel–).
• MCGA (Multicolor Graphics Adapter), monitor ini adalah versi murah dari monitor tipe VGA yang dikenalkan pada tahun 1987. MCGA memiliki 320×200 pixel dan 256 warna, dan dengan 640×480 pixel untuk monochrome (hitam putih). Monitor ini relatif murah karena kapasitas memorinya juga kecil, yaitu sekitar 64kb video RAM(dibandingkan dengan VGA saat itu dengan kapasitas memori 256kb).
• VGA (Video Graphics Array), dikenalkan oleh IBA pada tahun 1987. VGA sebenarnya ada beberapa resolusi, tetapi yang umum saat VGA mengacu pada resolusi 640 × 480 pixel dengan 16 warna (4 bpp) dan dengan 4:3 aspect ratio. Monitor dengan resolusi yang lain, misal 320×200 dengan 256 warna (8 bpp) atau resolusi 720×400 (text mode) juga didefinikan sebagai VGA.
• SVGA (Super Video Graphics Array), standar monitor yang dibuat oleh VESA untuk komputer IBM. SVGA memiliki resolusi 800×600 dan dikenalkan pada tahun 1989.
• XGA (Extended Graphics Array), standar monitor yang dikenalkan oleh IBM pada tahun 1990. XGA mendukung resolusi hingga 1024×768 dengan jumlah warna lebih banyak dan refresh rate yang tinggi. XGA juga bisa mendukung resolusi hingga 1360×1024 dalam mode 16 warna (4 bits per pixel).
• WXGA (Widescreen Extended Graphics Array), ini adalah monitor XGA dengan format layar lebar. Umumnya digunakan untuk komputer jinjing.
• SXGA (Super Extended Graphics Array), monitor ini memiliki resolusi hingga 1280×1024 dan 32 bit truecolor. Dengan aspect ratio yang tidak umum 5:4 (yang umum saat itu 4:3), sehingga jika discala gambar akan terlihat lebih lebar di monitor SXGA dibandingan dengan monitor XGA.
• WSXGA (Widescreen Super Extended Graphics Array) nama lainya (WXGA+), adalah versi turunan dari WXGA. Resolusinya adalah 1440×900 dengan aspect ratio 61:10. Umumnya digunakan untuk komputer jinjing.
• WSXGA+ (Widescreen Super Extended Graphics Array Plus), adalah versi turunan dari WSXGA yang umumnya dipakai oleh komputer jinjing format layar lebar dengan resolusi max 1680×10500.
• UXGA (Ultra XGA), adalah standar true color dengan resolusi 1600×1200 dengan aspect ratio 4:3.
• WUXGA (Widescreen Ultra Extended Graphics Array), turunan versi UXGA dengan resolusi 1920×1200 dengan aspect ratio 16:10. Umunya digunakan untuk komputer jinjing.
• QXGA (Quad Extended Graphics Array), monitor dengan resolusi 2048×1536 dan aspect ratio 4:3.
kіtа semua pasti kenal dengan kаtа Bit, bit di sini yang kіtа bahas adalah Bit kedalaman warna yang ada di monitor. Penjelasan Bit adalah unit terkecil dаrі informasi yang dapat dimengerti oleh komputer. Bit menyatakan 2 keadaan; “Ya” dаn “Tidak” (dalam istilah lain Positif/negatif, atau dalam notasi 0/1). Informasi-informasi dalam komputer ditangani dengan cara menerangkan sesuatu dengan “Ya” atau “Tidak”, termasuk layar monitor. Layar monitor disusun oleh kotak-kotak kecil (pixel/cell) yang berisi informasi/bit yang menentukan warna apa yang аkаn ditampilkan.Untυk memahami bit, kіtа ambil contoh sebuah layar monitor hitam-putih (1 bit), bila pixel menyatakan “Ya” maka sebuah kotak аkаn berwarna putih, bila pixel menyatakan “Tidak” maka kotak tersebut аkаn berwarna hitam.
Kekurangan : CRT memiliki ukuran yang berat dan body besar, terutama untuk ukuran display diatas 20″.Membutuhkan daya yang besar dan operasional suhu yang tinggi.Pada sisi reproduksi gambar,pada refresh rate yang rendah,efek flicker akan sangat terasa. Aspect ratio biasanya hanya terbatasi pada ukuran 4 : 3.
2.8. Monitor Layar Datar LCD (Liquid Crystal Display)
Kekurangan : LCD memiliki sudut pandang yang sangat terbatasi. Hal ini juga menyangkut sisi reproduksi warna , saturasi, dan brightness yang berubah-ubah meski pada sudut pandang yang paling optimal. Response time-nya rendah hingga menimbulkan ghosting artiffact, memiliki satu native resolution meski resolusi lain dimungkinkan dengan menggunakan video scaller. Dead pixel bisa terjadi entah ketika produksi di pabrik maupun ketika pemakaian oleh user.
• Passive Matrix
Passive Matrix adalah teknologi penampilan warna dengan menggunakan sebuah lapisan Liquid Crystal Diode (LCD) di atas kisi-kisi kawat untuk memberikan daya pixel ketika dialuri arus listrik.
• Active Matrix
Sama halnya seperti passive Matrix, pada Active Matrix ini juga layar panel datar diletakan diatas kisi-kisi kawat.tp perbedaannya pada Active Matrix ini, arus listrik dialirkan ke berbagai sisi pada kisi-kisi kawat. sehingga tampilan yang dihasilkan lebih cerah dan dapat dilihat dari segala arah. berbeda dengan passive matrix yang hanya cuma dari satu arah.
2.9. Perbedaan monitor CRT dan LCD
Ukuran fisik :
Ukuran fisik monitor CRT jauh lebih besar karena memerlukan ruangan untuk tabung CRT. Ukuran LCD lebih ramping, sehingga sesuai untuk tempat yang terbatas atau untuk laptop.
Warna :
Awalnya warna monitor LCD hanya ratusan hingga ribuan jenis, sedangkan CRT sudah mencapai jutaan. Namun, LCD LCD jenis baru telah dapat memproduksi warna yang tak terbatas sehingga lebih halus.
Resolusi :
Umumnya monitor CRT dapat menampilkan berbagai variasi resolusi, sedagkan monitor LCD hanya memiliki satu resolusi native, yaitu resolusi dimana tampilan yang dihasilkan mempunyai gambar paling jelas. Keadaan ini merupakan resolusi LCD tertinggi yng dapat dijangkaunya
Kecerahan (Brightness) :
Pada CRTkecerahan gambar tak menjadi masalah. Pada LCD, mengingat pancaran cahaya dilakukan dari belakang, LCD memiliki level kecerahan yang berbeda daripada CRT. Ukuran kecerahan LCD biasanya dinyatakan dalam satuan nits yaitu berkisar antara 70-250 nits.
Sudut Pengihatan :
Dibandingkan dengan CRT, monitor LCD memiliki sudut penglihatan yang lebih kecil, sehingga warna yang muncul bias berubah jika dilihat dari samping atau bahkan tak terlihat sama sekali. Namun monitor LCD dewasa ini telah memiliki sudut pandang yang lebih luas lagi.
Pemakaian Daya dan Emisi Radiasi :
LCD hanya memerlukan daya listrik yang kecil untuk pengoprasiannya dan tidak mengeluarkan emisi radiasi yang berbahaya jika dibandingkan dengan monitor CRT. Rata-rata monitor memerlukan daya listrik 110 watt, sedangkan LCD memrlukan sekitar 30 hingga 40 watt
Harga :
Monitor LCD lebih mahal dibandingkan CRT
2.10. Monitor Plasma dan Electrominescent
Monitor plasma (atau lengkapnya adalah monitor plasma gas) menggunakan gas untuk mengeluarkan cahaya. Teknologi pada monitor ini kini diterapkan pada televisi datar berlayar lebar.
Monitor electroluminescent (EL) mengandung bahan yang bercahaya manakala dialiri arus listrik. Sebuah pixel terbentuk pada layar saat arus listrik dikirim ke perpotongan baris dan kolom yang sesuai.
Monitor merupakan output Softcopy device / alat keluaran yang berfugsi untuk menampilkan gambar pada layar. Gambar yang ditampilkan berasal dari proses grafis yang dilakukan oleh VGA Card. Berdarsarkan teknologi yang digunakan monitor memiliki 2 jenis yaitu CRT (Cathode Ray Tube) dan LCD (Liquid Crystal Display)
2.1. Ukuran Monitor
Ukuran diagonal layar monitor. Misalnya LCD 17″ (inch), yang berarti ukuran diagonal layar tersebut (pojok kiri bawah ke pojok kanan atas) sepanjang 17 inchi. Ukuran yang biasa dijumpai misalnya 15″, 16″, 17″, 18.5″, 19″, 22″ dan lainnya.
2.2. Resolusi Monitor
• CGA (Color Graphics Adapter), dikenalkan oleh IBM pada tahun 1981 sebagai monitor warna standar untuk komputer IBM. Pada saat itu standar CGA video card-nya hanya dengan kapasitas video RAM sekitar 16 MB saja.
• EGA (Enhanced Graphics Adapter), dikenalkan oleh IBM pada tahun 1984. Resolusinya 640×350 pixel dengan 16 warna (4 bpp –bits per pixel–).
• MCGA (Multicolor Graphics Adapter), monitor ini adalah versi murah dari monitor tipe VGA yang dikenalkan pada tahun 1987. MCGA memiliki 320×200 pixel dan 256 warna, dan dengan 640×480 pixel untuk monochrome (hitam putih). Monitor ini relatif murah karena kapasitas memorinya juga kecil, yaitu sekitar 64kb video RAM(dibandingkan dengan VGA saat itu dengan kapasitas memori 256kb).
• VGA (Video Graphics Array), dikenalkan oleh IBA pada tahun 1987. VGA sebenarnya ada beberapa resolusi, tetapi yang umum saat VGA mengacu pada resolusi 640 × 480 pixel dengan 16 warna (4 bpp) dan dengan 4:3 aspect ratio. Monitor dengan resolusi yang lain, misal 320×200 dengan 256 warna (8 bpp) atau resolusi 720×400 (text mode) juga didefinikan sebagai VGA.
• SVGA (Super Video Graphics Array), standar monitor yang dibuat oleh VESA untuk komputer IBM. SVGA memiliki resolusi 800×600 dan dikenalkan pada tahun 1989.
• XGA (Extended Graphics Array), standar monitor yang dikenalkan oleh IBM pada tahun 1990. XGA mendukung resolusi hingga 1024×768 dengan jumlah warna lebih banyak dan refresh rate yang tinggi. XGA juga bisa mendukung resolusi hingga 1360×1024 dalam mode 16 warna (4 bits per pixel).
• WXGA (Widescreen Extended Graphics Array), ini adalah monitor XGA dengan format layar lebar. Umumnya digunakan untuk komputer jinjing.
• SXGA (Super Extended Graphics Array), monitor ini memiliki resolusi hingga 1280×1024 dan 32 bit truecolor. Dengan aspect ratio yang tidak umum 5:4 (yang umum saat itu 4:3), sehingga jika discala gambar akan terlihat lebih lebar di monitor SXGA dibandingan dengan monitor XGA.
• WSXGA (Widescreen Super Extended Graphics Array) nama lainya (WXGA+), adalah versi turunan dari WXGA. Resolusinya adalah 1440×900 dengan aspect ratio 61:10. Umumnya digunakan untuk komputer jinjing.
• WSXGA+ (Widescreen Super Extended Graphics Array Plus), adalah versi turunan dari WSXGA yang umumnya dipakai oleh komputer jinjing format layar lebar dengan resolusi max 1680×10500.
• UXGA (Ultra XGA), adalah standar true color dengan resolusi 1600×1200 dengan aspect ratio 4:3.
• WUXGA (Widescreen Ultra Extended Graphics Array), turunan versi UXGA dengan resolusi 1920×1200 dengan aspect ratio 16:10. Umunya digunakan untuk komputer jinjing.
• QXGA (Quad Extended Graphics Array), monitor dengan resolusi 2048×1536 dan aspect ratio 4:3.
2.3. Dot Pitch (dp)
Dot pitch adalah jarak antara 2 pixel
yang berdekatan dan diukur dalam satuan mm, nilai berkisar antara 0.20
mm hingga 0.30 mm, namun yang umum digunakan nilainya berkisar antara
0.26 mm hingga 0.29 mm. semakin kecil nilai dot pitch akan mengakibatkan
tampilan monitor semakin tajam dan jelas.
2.4. Kecepatan Refresh
Kecepatan Refresh menunjukkan jumlah
pemayaran ulang piksel per detik, sehingga tampilan piksel tetap jelas.
Semakin tinggi kecepatan refresh, maka tampilan di layar akan terlihat
lebih nyata. Kecepatan refresh dinyatakan dalam besaran Hertz. Monitor
dengan kualitas bagus akan memiliki kecepatan refresh 75 Hz, yang
berarti dalam satu detik, citra pada monitor akan ditampilkan sebanyak
75 kali.
2.5. Interlaced dan Noninterlaced
Teknologi monitor juga memunculka dua
istilah : interlaced dan noninterlaced monitor. Inter;aced monitor
adalah jenis monitor yang menampilkan informasi dalam layar melalui dua
tahapan. Sedangkan noninterlaced monitor hanya menggunakan satu tahapan.
Sebagai contoh, televisi biasanya memiliki kecepatan refresh lebih
rendah dibanding monitor computer pada umumnya, memerlukan interlaced
agar gambar dapat terlihat jelas. Pelepas electron pada tabung televisi
akan menampilkan seluruh gambar pada baris ganjil dari bagian atas layar
sampai kebawah, kemudian pelepas electron akan menampilkan gambar baris
genap sesudahnya. Karena posfor yang terletak pada layar dapat
menyimpan cahaya, maka mata kita seolah-olah gambar tersebut ditayangkan
sekaligus pada saat yang bersamaan. Efek dari interlaced monitor
computer adalah kerdip, yang dapat melelahkan mata dan tentu saja
mempengaruhi kualitas penyajian informasi.
2.6. Kedalaman Warna (colour deep)kіtа semua pasti kenal dengan kаtа Bit, bit di sini yang kіtа bahas adalah Bit kedalaman warna yang ada di monitor. Penjelasan Bit adalah unit terkecil dаrі informasi yang dapat dimengerti oleh komputer. Bit menyatakan 2 keadaan; “Ya” dаn “Tidak” (dalam istilah lain Positif/negatif, atau dalam notasi 0/1). Informasi-informasi dalam komputer ditangani dengan cara menerangkan sesuatu dengan “Ya” atau “Tidak”, termasuk layar monitor. Layar monitor disusun oleh kotak-kotak kecil (pixel/cell) yang berisi informasi/bit yang menentukan warna apa yang аkаn ditampilkan.Untυk memahami bit, kіtа ambil contoh sebuah layar monitor hitam-putih (1 bit), bila pixel menyatakan “Ya” maka sebuah kotak аkаn berwarna putih, bila pixel menyatakan “Tidak” maka kotak tersebut аkаn berwarna hitam.
Hubungan jumlah bit dengan warna
Jumlah Bit Jumah Variasi Warna
1 32
(monochrome)
2 4
(CGA)
4 16
(EGA)
8 256
(VGA)
16 65,536
(High Colour, XGA)
24 16,777,216
(True Colour, SVGA)
32 16,777,216
(True Colour + Alpha Channel)
Selain jenis monitor, warna dan resolusi
gambar pada layar juga ditentukan oleh graphic adapter card, yang
merupakan piranti antar muka penghubung monitor dengan computer.
2.7. Monitor CRT (Cathode Ray Tube)
Monitor CRT adalah monitor yang berukuran
besar seperti televisi, monitor jenis ini menggunakan tabung gelas yang
layarnya berbentuk cembung, selain layar cembung monitor CRT ada juga
yang berlayar datar (flat). Monitor ini bekerja dengan cara menggerakan
sorotan elektron secara maju mundur dibalik layar. Setiap sorotan itu
mengenai titik fosfor yang ada di tabung gelas monitor dan selanjutnya
menerangi begitu banyak garis dari atas hingga bawah layar sehingga
gambar dimunculkan. Monitor CRT memberikan warna yang lebih kaya dalam
spektrum penuh dibandingkan monitor LCD. Oleh karena itu, para pendesain
grafis lebih memilih moniitor CRT karena langsung bisa membandingkan
warna di monitor dengan yang akan dicetak.
Kelebihan : Tipe CRT memiliki kelebihan dalam hal High Dynamic Range (
hingga mencapai 15000:1),reproduksi warna sangat baik, wide gamut dan
level black yang sangat rendah.Selain itu, monitor ini dapat menampilkan
hampir semua resolusi native dan refresh rate dan memiliki Viewing
angle yang sangat baik.Harga yang ditawarkan juga jauh lebih murah
dibandingkan jenis monitor LCD atau Plasma.Kekurangan : CRT memiliki ukuran yang berat dan body besar, terutama untuk ukuran display diatas 20″.Membutuhkan daya yang besar dan operasional suhu yang tinggi.Pada sisi reproduksi gambar,pada refresh rate yang rendah,efek flicker akan sangat terasa. Aspect ratio biasanya hanya terbatasi pada ukuran 4 : 3.
2.8. Monitor Layar Datar LCD (Liquid Crystal Display)
LCD banyak ditemukan pada jam digital dan
layar laptop atau handphone. LCD merupakan jenis monitor yang
menggunakan dua lembar materi terpolarisasi dengan kristal cair yang
berada di tengahnya. Saat arus listrik mengalir dan melalui cairan
kristal, kristal itu bergabung sehingga cahaya tidak masuk. Oleh karena
itu, kristal berfungsi seperti katup yang mengizinkan cahaya masuk atau
diblokir. Monitor LCD memiliki bentuk yang ramping, ringan, dan tipis
sehingga tidak memerlukan tempat yang luas untuk meletakannya dibanding
monitor CRT. Selain itu monitor LCD mengkonsumsi daya listrik yang jauh
lebih rendah dibandingkan monitor CRT.
Kelebihan : kelebihan utama LCD adalah pada ukuran dimensi ( compact )
dan berat yang sangat rendah, konsumsi daya yang sangat rendah, hampir
tidak ada efek flicker ( tergantung pada tipe backlight yang digunakan
), dapat diproduksi hampir untuk semua ukuran, dan secara teori tidak
ada batasan resolusi maksimal.Kekurangan : LCD memiliki sudut pandang yang sangat terbatasi. Hal ini juga menyangkut sisi reproduksi warna , saturasi, dan brightness yang berubah-ubah meski pada sudut pandang yang paling optimal. Response time-nya rendah hingga menimbulkan ghosting artiffact, memiliki satu native resolution meski resolusi lain dimungkinkan dengan menggunakan video scaller. Dead pixel bisa terjadi entah ketika produksi di pabrik maupun ketika pemakaian oleh user.
• Passive Matrix
Passive Matrix adalah teknologi penampilan warna dengan menggunakan sebuah lapisan Liquid Crystal Diode (LCD) di atas kisi-kisi kawat untuk memberikan daya pixel ketika dialuri arus listrik.
• Active Matrix
Sama halnya seperti passive Matrix, pada Active Matrix ini juga layar panel datar diletakan diatas kisi-kisi kawat.tp perbedaannya pada Active Matrix ini, arus listrik dialirkan ke berbagai sisi pada kisi-kisi kawat. sehingga tampilan yang dihasilkan lebih cerah dan dapat dilihat dari segala arah. berbeda dengan passive matrix yang hanya cuma dari satu arah.
2.9. Perbedaan monitor CRT dan LCD
Ukuran fisik :
Ukuran fisik monitor CRT jauh lebih besar karena memerlukan ruangan untuk tabung CRT. Ukuran LCD lebih ramping, sehingga sesuai untuk tempat yang terbatas atau untuk laptop.
Warna :
Awalnya warna monitor LCD hanya ratusan hingga ribuan jenis, sedangkan CRT sudah mencapai jutaan. Namun, LCD LCD jenis baru telah dapat memproduksi warna yang tak terbatas sehingga lebih halus.
Resolusi :
Umumnya monitor CRT dapat menampilkan berbagai variasi resolusi, sedagkan monitor LCD hanya memiliki satu resolusi native, yaitu resolusi dimana tampilan yang dihasilkan mempunyai gambar paling jelas. Keadaan ini merupakan resolusi LCD tertinggi yng dapat dijangkaunya
Kecerahan (Brightness) :
Pada CRTkecerahan gambar tak menjadi masalah. Pada LCD, mengingat pancaran cahaya dilakukan dari belakang, LCD memiliki level kecerahan yang berbeda daripada CRT. Ukuran kecerahan LCD biasanya dinyatakan dalam satuan nits yaitu berkisar antara 70-250 nits.
Sudut Pengihatan :
Dibandingkan dengan CRT, monitor LCD memiliki sudut penglihatan yang lebih kecil, sehingga warna yang muncul bias berubah jika dilihat dari samping atau bahkan tak terlihat sama sekali. Namun monitor LCD dewasa ini telah memiliki sudut pandang yang lebih luas lagi.
Pemakaian Daya dan Emisi Radiasi :
LCD hanya memerlukan daya listrik yang kecil untuk pengoprasiannya dan tidak mengeluarkan emisi radiasi yang berbahaya jika dibandingkan dengan monitor CRT. Rata-rata monitor memerlukan daya listrik 110 watt, sedangkan LCD memrlukan sekitar 30 hingga 40 watt
Harga :
Monitor LCD lebih mahal dibandingkan CRT
2.10. Monitor Plasma dan Electrominescent
Monitor plasma (atau lengkapnya adalah monitor plasma gas) menggunakan gas untuk mengeluarkan cahaya. Teknologi pada monitor ini kini diterapkan pada televisi datar berlayar lebar.
Monitor electroluminescent (EL) mengandung bahan yang bercahaya manakala dialiri arus listrik. Sebuah pixel terbentuk pada layar saat arus listrik dikirim ke perpotongan baris dan kolom yang sesuai.
3. PRINTER
Printer adalah salah satu contoh
hardware Hardcopy device (perangkat keras) yang terhubung ke komputer
dan mempunyai fungsi untuk mencetak tulisan, gambar dan tampilan lainnya
dari komputer ke media kertas atau sejenis.Istilah yang dikenal pada
resolusi printer disebut dpi (dot per inch).Maksudnya adalah banyaknya
jumlah titik dalam luas area 1 inci. Semakin tinggi resolusinya maka
akan semakin bagus cetakan yang dihasilkan. Sebaliknya, jika resolusinya
rendah maka hasil cetakan akan buruk / tidak bagus.
3.1. Impact Printer
Impact printers adalah jenis printer yang memaksa print heads untuk mentransfer tinta ke media cetak dengan caraprint heads menekan tinta sampai menyentuh kertas, mirip dengan cara kerja mesin tik. Impact printer menggunakan print heads yangberisi sejumlah pin metal. Beberapa print heads hanya memiliki 9 pin untuk menghasilkan titik – titik yang akan membentuk karakter. Dan sebagian printer memiliki 24 pin untuk menghasilkan resolusi yang lebih baik. Selain itu jenis printer ini terbatas pada pencetakkannya yang bersifat monochrome dengan huruf tunggal pada setiap waktu cetak. Beberapa type dari impact printer antara lain :
Non-impact printers adalah jenis printer yang tidak beroperasi dengan cara menekan tinta ke kertas, cara kerja printer ini bermacam-macam, ada yang menggunakan elemen panas, menyemprotkan tinta ke media ataupun dengan menyinari laser beam. Printer jenis ini cenderung lebih tenang dibandingkan dengan jenis impact yang menimbulkan suara berisik ketika mencetak. Keunggulan dari jenis printer ini, mempunyai kerapatan yang lebih baik karena karakter yang di cetak pada media di bentuk dari puluhan titik tinta yang kecil, sehingga menghasilkan output yang lebih baik.Agar mampu menghasilkan cetakan berwarna, maka di gunakan nozzle yang terpisah, masing – masing memiliki warna yang berbeda. Beberapa type dari non-impact printer antara lain :
Inkjet printer : Jenis printer Ink jet merupakan jenis printer yang metode pencetakannya menggunakan tinta cair. hasil cetak yang dihasilan oleh jenis printer Ink jet lebih bagus dan halus jika dibandingkan dengan jenis printer dot metrix, jenis printer ink jet ini juga bisa menghasilan hasil cetakan warna.
Pada printer jenis Ink jet menggunakan teknologi dor on demand, yaitu dengan cara menyemprotkan titik titik kecil tinta pada kertas melalui nozzle atau lubang pipa yang sangat kecil. teknologi lainnya yang dikembangkan oleh produsen printer seperti Canon dan HP dengan menggunakan panas. panas tersebut dapat membuat gelembung-gelembung tinta sehingga jika semakin panas akan semakin menekan tinta ke nozzle yang ditentukan dan tercetak pada kertas. karena menggunakan tinta cairan hasil cetaknya menunggu beberapa detik agar bisa kering. jenis printer ink jet ini penempatan dan pengisian tintanya bisa dimodifikasi dengan teknik infus, yaitu dengan menambahkan tabung tinta khusus pada bagian luar printer dan disambung dengan selang kecil untuk dihubungkan pada bagian pencetak di mesin printer.
Disebut juga dengan nama character printer karena cara mencetaknya dilakukan setiap saat secara serial. Kecepatan dari serial printer diukur dengan satuan cps (character per second). Yang termasuk serial printer yaitu : dot matrix, daisy wheel, thimble, inkjet, thermal, electrostatic dan thermal transfer printer.
3.4. Line Printer
Bekerja dengan cara mencetak satu baris sekaligus setiap saat. Kecepatan dari line printer biasanya diukur dengan satuan lpm (lines per minute). Yang termasuk serial printer yaitu : chain, band dan drum printer.
3.5. Page Printer
Dapat mencetak satu halaman tiap saat.Yang termasuk page printer adalah laser printer.Kecepatan pencetakan juga diukur dengan lpm atau ppm (pages per minute) bisa mencapai 20000 baris per menit.
3.6. Intelligent Printer Controller
Merupakan alat yang dapat digunakan untuk menghubungkan beberapa komputer dengan beberapa printer sehingga printer tersebut dapat digunakan bersama-sama secara otomatis atau dapat di-switch antara satu printer dengan printer lain.
Dikatakan intelligent karena mempunyai CPU dan memori tersendiri yang akan mengatur penggunaan printer bersama-sama. Memory di printer controller berfungsi sebagai buffer data yang akan dikirimkan ke printer untuk dicetak.
3.1. Impact Printer
Impact printers adalah jenis printer yang memaksa print heads untuk mentransfer tinta ke media cetak dengan caraprint heads menekan tinta sampai menyentuh kertas, mirip dengan cara kerja mesin tik. Impact printer menggunakan print heads yangberisi sejumlah pin metal. Beberapa print heads hanya memiliki 9 pin untuk menghasilkan titik – titik yang akan membentuk karakter. Dan sebagian printer memiliki 24 pin untuk menghasilkan resolusi yang lebih baik. Selain itu jenis printer ini terbatas pada pencetakkannya yang bersifat monochrome dengan huruf tunggal pada setiap waktu cetak. Beberapa type dari impact printer antara lain :
3.2. Nonimpact Printer
- Dot Matrix Printer : Jenis printer Dot Matrix merupakan printer yang metode pencetakannya menggunakan pita.Cetakan yang dihasilkan terlihat seperti titik titik yang saling mengubungkan satu dengan yang lainnya, sehingga hasil cetakan kurang halus dan juga kurang bagus. menurut sejarahnya jenis printer dot metrix ini pada awalnya menggunakan 9 Pin yang artinya dalam satu huruf akan dicetak dengan kombinasi dari 9 titik, kemudian semakin berkembang menjadi 24 pin dan tentunya dengan begitu hasil cetakan akan lebih halus. produsen printer jenis dot metrix yang cukup terkenal adalah Epson, dengan produknya Epson LX – 300, espson LX 800 dan lain-lain.
- Daisy Wheel Printer : Tipe dari printer yang menghasilkan huruf yang kualitasnya cukup baik. Cara kerja printer ini sama seperti mesin tik. Daisy wheel adalah piringan yang terbuat dari plastik atau logam dimana pada setiap ujung dari piringan ini terdapat karakter-karakter.Untuk mencetak karakter, printer memutar piringan sampai huruf yang diinginkan berhadapan tepat dengan kertas. Dan palu langsung menghantam piringan , memaksa karakter untuk menekan tinta, dan meninggalkan bekas tinta di kertas. Jenis karakter dari printer ini bisa dirubah dengan cara mengganti daisy wheel.
- Thimble Printer : Merupakan Letter Quality printer menggunakan elemen berbentuk thimble yang terdiri dari batangan plastik yang diatur melingkar seperti daisy wheel tetapi batangan tersebut dibengkokkan.Pola dari karakter ada di ujung batangan plastik tersebut.
- Chain Printer : Mengunakan suatu rantai yang berisi karakter-karakter untuk membentuk hasil cetakannya. Rantai tersebut akan berputar secara horizaontal dan setelah tepat pada posisi pencetakan, palu pemukul akan mengetuk pola karakter di rantai melalui karbon, bentuk dari karakter akan tercetak di kertas. Chain printer mempunyai kecepatan yang tinggi.
- Band Printer : Cara operasinya sama dengan chain printer, tetapi menggunakan pita besi (steel band) yang berisi kumpulan pola karakter.
- Drum Printer : Yaitu printer yang kumpulan karakternya diletakkan pada permukaan luar suatu drum metal. Tiap-tiap posisi kolom pencetakan terdapat satu lingkaran kumpulan karakter di drum.
Proses pencetakan karakter dilakukan dengan memutar drum sampai pada bentuk karakter yang diinginkan dan suatu palu pemukul akan mengetuk karakter tersebut.
Non-impact printers adalah jenis printer yang tidak beroperasi dengan cara menekan tinta ke kertas, cara kerja printer ini bermacam-macam, ada yang menggunakan elemen panas, menyemprotkan tinta ke media ataupun dengan menyinari laser beam. Printer jenis ini cenderung lebih tenang dibandingkan dengan jenis impact yang menimbulkan suara berisik ketika mencetak. Keunggulan dari jenis printer ini, mempunyai kerapatan yang lebih baik karena karakter yang di cetak pada media di bentuk dari puluhan titik tinta yang kecil, sehingga menghasilkan output yang lebih baik.Agar mampu menghasilkan cetakan berwarna, maka di gunakan nozzle yang terpisah, masing – masing memiliki warna yang berbeda. Beberapa type dari non-impact printer antara lain :
Inkjet printer : Jenis printer Ink jet merupakan jenis printer yang metode pencetakannya menggunakan tinta cair. hasil cetak yang dihasilan oleh jenis printer Ink jet lebih bagus dan halus jika dibandingkan dengan jenis printer dot metrix, jenis printer ink jet ini juga bisa menghasilan hasil cetakan warna.
Pada printer jenis Ink jet menggunakan teknologi dor on demand, yaitu dengan cara menyemprotkan titik titik kecil tinta pada kertas melalui nozzle atau lubang pipa yang sangat kecil. teknologi lainnya yang dikembangkan oleh produsen printer seperti Canon dan HP dengan menggunakan panas. panas tersebut dapat membuat gelembung-gelembung tinta sehingga jika semakin panas akan semakin menekan tinta ke nozzle yang ditentukan dan tercetak pada kertas. karena menggunakan tinta cairan hasil cetaknya menunggu beberapa detik agar bisa kering. jenis printer ink jet ini penempatan dan pengisian tintanya bisa dimodifikasi dengan teknik infus, yaitu dengan menambahkan tabung tinta khusus pada bagian luar printer dan disambung dengan selang kecil untuk dihubungkan pada bagian pencetak di mesin printer.
-
Thermal Printer : Printer ini menggunakan kepala cetak yang berisi jarum-jarum besi yang masing-masing dipanasi secara terpisah.Kertas yang digunakan adalah khusus yang peka terhadap panas. Jarum besi yang dipanasi, bila diletakkan dekat dengan kertas yang peka panas tersebut menyebabkan bentuk karakter akan terbakar di kertas. Thermal printer tidak dapat mencetak bentuk yang berwarna.
-
Electrostatic Printer : Menggunakan kepala cetak yang berisi jarum-jarum besi yang diberi aliran listrik. Cara kerja electrostatic printer sama dengan thermal printer, kecuali kertas yang digunakan adalah kertas khusus yang dilapisi dengan aluminium oksida. Printer ini juga tidak dapat mencetak bentuk yang berwarna.
-
Thermal Transfer Printer : Merupakan printer teknologi panas yang dapat mencetak dalam bentuk warna-warna .Printer ini menggunakan kepala cetak yang dipanasi dan suatu karbon yang mengandung partikel-partikel tinta yang dilekatkan pada lilin. Jika lilin ini meleleh, partikel tinta akan terlepas dan melekat di kertas.
-
Laser Printer : Merupakan teknologi gabungan antara teknologi xerographic yang ditemukan di fotocopy dengan teknologi laser. Output digital dari komputer akan dirubah menjadi pulsa sinar laser dan ditembakkan ke suatu drum yang peka terhadap sinar laser. Bayangan yang ditangkapdi drum akan dikirimkan dengan proses seperti mesin fotocopy. Laser printer membentuk karakter dalam bentuk titik-titik yang sangat kecil dan rapat, sehingga menghasilkan kualitas karakter yang baik.
Disebut juga dengan nama character printer karena cara mencetaknya dilakukan setiap saat secara serial. Kecepatan dari serial printer diukur dengan satuan cps (character per second). Yang termasuk serial printer yaitu : dot matrix, daisy wheel, thimble, inkjet, thermal, electrostatic dan thermal transfer printer.
3.4. Line Printer
Bekerja dengan cara mencetak satu baris sekaligus setiap saat. Kecepatan dari line printer biasanya diukur dengan satuan lpm (lines per minute). Yang termasuk serial printer yaitu : chain, band dan drum printer.
3.5. Page Printer
Dapat mencetak satu halaman tiap saat.Yang termasuk page printer adalah laser printer.Kecepatan pencetakan juga diukur dengan lpm atau ppm (pages per minute) bisa mencapai 20000 baris per menit.
3.6. Intelligent Printer Controller
Merupakan alat yang dapat digunakan untuk menghubungkan beberapa komputer dengan beberapa printer sehingga printer tersebut dapat digunakan bersama-sama secara otomatis atau dapat di-switch antara satu printer dengan printer lain.
Dikatakan intelligent karena mempunyai CPU dan memori tersendiri yang akan mengatur penggunaan printer bersama-sama. Memory di printer controller berfungsi sebagai buffer data yang akan dikirimkan ke printer untuk dicetak.
Printer adalah salah satu contoh
hardware Hardcopy device (perangkat keras) yang terhubung ke komputer
dan mempunyai fungsi untuk mencetak tulisan, gambar dan tampilan lainnya
dari komputer ke media kertas atau sejenis.Istilah yang dikenal pada
resolusi printer disebut dpi (dot per inch).Maksudnya adalah banyaknya
jumlah titik dalam luas area 1 inci. Semakin tinggi resolusinya maka
akan semakin bagus cetakan yang dihasilkan. Sebaliknya, jika resolusinya
rendah maka hasil cetakan akan buruk / tidak bagus.
3.1. Impact Printer
Impact printers adalah jenis printer yang memaksa print heads untuk mentransfer tinta ke media cetak dengan caraprint heads menekan tinta sampai menyentuh kertas, mirip dengan cara kerja mesin tik. Impact printer menggunakan print heads yangberisi sejumlah pin metal. Beberapa print heads hanya memiliki 9 pin untuk menghasilkan titik – titik yang akan membentuk karakter. Dan sebagian printer memiliki 24 pin untuk menghasilkan resolusi yang lebih baik. Selain itu jenis printer ini terbatas pada pencetakkannya yang bersifat monochrome dengan huruf tunggal pada setiap waktu cetak. Beberapa type dari impact printer antara lain :
Non-impact printers adalah jenis printer yang tidak beroperasi dengan cara menekan tinta ke kertas, cara kerja printer ini bermacam-macam, ada yang menggunakan elemen panas, menyemprotkan tinta ke media ataupun dengan menyinari laser beam. Printer jenis ini cenderung lebih tenang dibandingkan dengan jenis impact yang menimbulkan suara berisik ketika mencetak. Keunggulan dari jenis printer ini, mempunyai kerapatan yang lebih baik karena karakter yang di cetak pada media di bentuk dari puluhan titik tinta yang kecil, sehingga menghasilkan output yang lebih baik.Agar mampu menghasilkan cetakan berwarna, maka di gunakan nozzle yang terpisah, masing – masing memiliki warna yang berbeda. Beberapa type dari non-impact printer antara lain :
Inkjet printer : Jenis printer Ink jet merupakan jenis printer yang metode pencetakannya menggunakan tinta cair. hasil cetak yang dihasilan oleh jenis printer Ink jet lebih bagus dan halus jika dibandingkan dengan jenis printer dot metrix, jenis printer ink jet ini juga bisa menghasilan hasil cetakan warna.
Pada printer jenis Ink jet menggunakan teknologi dor on demand, yaitu dengan cara menyemprotkan titik titik kecil tinta pada kertas melalui nozzle atau lubang pipa yang sangat kecil. teknologi lainnya yang dikembangkan oleh produsen printer seperti Canon dan HP dengan menggunakan panas. panas tersebut dapat membuat gelembung-gelembung tinta sehingga jika semakin panas akan semakin menekan tinta ke nozzle yang ditentukan dan tercetak pada kertas. karena menggunakan tinta cairan hasil cetaknya menunggu beberapa detik agar bisa kering. jenis printer ink jet ini penempatan dan pengisian tintanya bisa dimodifikasi dengan teknik infus, yaitu dengan menambahkan tabung tinta khusus pada bagian luar printer dan disambung dengan selang kecil untuk dihubungkan pada bagian pencetak di mesin printer.
Disebut juga dengan nama character printer karena cara mencetaknya dilakukan setiap saat secara serial. Kecepatan dari serial printer diukur dengan satuan cps (character per second). Yang termasuk serial printer yaitu : dot matrix, daisy wheel, thimble, inkjet, thermal, electrostatic dan thermal transfer printer.
3.4. Line Printer
Bekerja dengan cara mencetak satu baris sekaligus setiap saat. Kecepatan dari line printer biasanya diukur dengan satuan lpm (lines per minute). Yang termasuk serial printer yaitu : chain, band dan drum printer.
3.5. Page Printer
Dapat mencetak satu halaman tiap saat.Yang termasuk page printer adalah laser printer.Kecepatan pencetakan juga diukur dengan lpm atau ppm (pages per minute) bisa mencapai 20000 baris per menit.
3.6. Intelligent Printer Controller
Merupakan alat yang dapat digunakan untuk menghubungkan beberapa komputer dengan beberapa printer sehingga printer tersebut dapat digunakan bersama-sama secara otomatis atau dapat di-switch antara satu printer dengan printer lain.
Dikatakan intelligent karena mempunyai CPU dan memori tersendiri yang akan mengatur penggunaan printer bersama-sama. Memory di printer controller berfungsi sebagai buffer data yang akan dikirimkan ke printer untuk dicetak.
4. PLOTTER
3.1. Impact Printer
Impact printers adalah jenis printer yang memaksa print heads untuk mentransfer tinta ke media cetak dengan caraprint heads menekan tinta sampai menyentuh kertas, mirip dengan cara kerja mesin tik. Impact printer menggunakan print heads yangberisi sejumlah pin metal. Beberapa print heads hanya memiliki 9 pin untuk menghasilkan titik – titik yang akan membentuk karakter. Dan sebagian printer memiliki 24 pin untuk menghasilkan resolusi yang lebih baik. Selain itu jenis printer ini terbatas pada pencetakkannya yang bersifat monochrome dengan huruf tunggal pada setiap waktu cetak. Beberapa type dari impact printer antara lain :
3.2. Nonimpact Printer
- Dot Matrix Printer : Jenis printer Dot Matrix merupakan printer yang metode pencetakannya menggunakan pita.Cetakan yang dihasilkan terlihat seperti titik titik yang saling mengubungkan satu dengan yang lainnya, sehingga hasil cetakan kurang halus dan juga kurang bagus. menurut sejarahnya jenis printer dot metrix ini pada awalnya menggunakan 9 Pin yang artinya dalam satu huruf akan dicetak dengan kombinasi dari 9 titik, kemudian semakin berkembang menjadi 24 pin dan tentunya dengan begitu hasil cetakan akan lebih halus. produsen printer jenis dot metrix yang cukup terkenal adalah Epson, dengan produknya Epson LX – 300, espson LX 800 dan lain-lain.
- Daisy Wheel Printer : Tipe dari printer yang menghasilkan huruf yang kualitasnya cukup baik. Cara kerja printer ini sama seperti mesin tik. Daisy wheel adalah piringan yang terbuat dari plastik atau logam dimana pada setiap ujung dari piringan ini terdapat karakter-karakter.Untuk mencetak karakter, printer memutar piringan sampai huruf yang diinginkan berhadapan tepat dengan kertas. Dan palu langsung menghantam piringan , memaksa karakter untuk menekan tinta, dan meninggalkan bekas tinta di kertas. Jenis karakter dari printer ini bisa dirubah dengan cara mengganti daisy wheel.
- Thimble Printer : Merupakan Letter Quality printer menggunakan elemen berbentuk thimble yang terdiri dari batangan plastik yang diatur melingkar seperti daisy wheel tetapi batangan tersebut dibengkokkan.Pola dari karakter ada di ujung batangan plastik tersebut.
- Chain Printer : Mengunakan suatu rantai yang berisi karakter-karakter untuk membentuk hasil cetakannya. Rantai tersebut akan berputar secara horizaontal dan setelah tepat pada posisi pencetakan, palu pemukul akan mengetuk pola karakter di rantai melalui karbon, bentuk dari karakter akan tercetak di kertas. Chain printer mempunyai kecepatan yang tinggi.
- Band Printer : Cara operasinya sama dengan chain printer, tetapi menggunakan pita besi (steel band) yang berisi kumpulan pola karakter.
- Drum Printer : Yaitu printer yang kumpulan karakternya diletakkan pada permukaan luar suatu drum metal. Tiap-tiap posisi kolom pencetakan terdapat satu lingkaran kumpulan karakter di drum.
Proses pencetakan karakter dilakukan dengan memutar drum sampai pada bentuk karakter yang diinginkan dan suatu palu pemukul akan mengetuk karakter tersebut.
Non-impact printers adalah jenis printer yang tidak beroperasi dengan cara menekan tinta ke kertas, cara kerja printer ini bermacam-macam, ada yang menggunakan elemen panas, menyemprotkan tinta ke media ataupun dengan menyinari laser beam. Printer jenis ini cenderung lebih tenang dibandingkan dengan jenis impact yang menimbulkan suara berisik ketika mencetak. Keunggulan dari jenis printer ini, mempunyai kerapatan yang lebih baik karena karakter yang di cetak pada media di bentuk dari puluhan titik tinta yang kecil, sehingga menghasilkan output yang lebih baik.Agar mampu menghasilkan cetakan berwarna, maka di gunakan nozzle yang terpisah, masing – masing memiliki warna yang berbeda. Beberapa type dari non-impact printer antara lain :
Inkjet printer : Jenis printer Ink jet merupakan jenis printer yang metode pencetakannya menggunakan tinta cair. hasil cetak yang dihasilan oleh jenis printer Ink jet lebih bagus dan halus jika dibandingkan dengan jenis printer dot metrix, jenis printer ink jet ini juga bisa menghasilan hasil cetakan warna.
Pada printer jenis Ink jet menggunakan teknologi dor on demand, yaitu dengan cara menyemprotkan titik titik kecil tinta pada kertas melalui nozzle atau lubang pipa yang sangat kecil. teknologi lainnya yang dikembangkan oleh produsen printer seperti Canon dan HP dengan menggunakan panas. panas tersebut dapat membuat gelembung-gelembung tinta sehingga jika semakin panas akan semakin menekan tinta ke nozzle yang ditentukan dan tercetak pada kertas. karena menggunakan tinta cairan hasil cetaknya menunggu beberapa detik agar bisa kering. jenis printer ink jet ini penempatan dan pengisian tintanya bisa dimodifikasi dengan teknik infus, yaitu dengan menambahkan tabung tinta khusus pada bagian luar printer dan disambung dengan selang kecil untuk dihubungkan pada bagian pencetak di mesin printer.
-
Thermal Printer : Printer ini menggunakan kepala cetak yang berisi jarum-jarum besi yang masing-masing dipanasi secara terpisah.Kertas yang digunakan adalah khusus yang peka terhadap panas. Jarum besi yang dipanasi, bila diletakkan dekat dengan kertas yang peka panas tersebut menyebabkan bentuk karakter akan terbakar di kertas. Thermal printer tidak dapat mencetak bentuk yang berwarna.
-
Electrostatic Printer : Menggunakan kepala cetak yang berisi jarum-jarum besi yang diberi aliran listrik. Cara kerja electrostatic printer sama dengan thermal printer, kecuali kertas yang digunakan adalah kertas khusus yang dilapisi dengan aluminium oksida. Printer ini juga tidak dapat mencetak bentuk yang berwarna.
-
Thermal Transfer Printer : Merupakan printer teknologi panas yang dapat mencetak dalam bentuk warna-warna .Printer ini menggunakan kepala cetak yang dipanasi dan suatu karbon yang mengandung partikel-partikel tinta yang dilekatkan pada lilin. Jika lilin ini meleleh, partikel tinta akan terlepas dan melekat di kertas.
-
Laser Printer : Merupakan teknologi gabungan antara teknologi xerographic yang ditemukan di fotocopy dengan teknologi laser. Output digital dari komputer akan dirubah menjadi pulsa sinar laser dan ditembakkan ke suatu drum yang peka terhadap sinar laser. Bayangan yang ditangkapdi drum akan dikirimkan dengan proses seperti mesin fotocopy. Laser printer membentuk karakter dalam bentuk titik-titik yang sangat kecil dan rapat, sehingga menghasilkan kualitas karakter yang baik.
Disebut juga dengan nama character printer karena cara mencetaknya dilakukan setiap saat secara serial. Kecepatan dari serial printer diukur dengan satuan cps (character per second). Yang termasuk serial printer yaitu : dot matrix, daisy wheel, thimble, inkjet, thermal, electrostatic dan thermal transfer printer.
3.4. Line Printer
Bekerja dengan cara mencetak satu baris sekaligus setiap saat. Kecepatan dari line printer biasanya diukur dengan satuan lpm (lines per minute). Yang termasuk serial printer yaitu : chain, band dan drum printer.
3.5. Page Printer
Dapat mencetak satu halaman tiap saat.Yang termasuk page printer adalah laser printer.Kecepatan pencetakan juga diukur dengan lpm atau ppm (pages per minute) bisa mencapai 20000 baris per menit.
3.6. Intelligent Printer Controller
Merupakan alat yang dapat digunakan untuk menghubungkan beberapa komputer dengan beberapa printer sehingga printer tersebut dapat digunakan bersama-sama secara otomatis atau dapat di-switch antara satu printer dengan printer lain.
Dikatakan intelligent karena mempunyai CPU dan memori tersendiri yang akan mengatur penggunaan printer bersama-sama. Memory di printer controller berfungsi sebagai buffer data yang akan dikirimkan ke printer untuk dicetak.
4. PLOTTER
Plotter merupakan
alat cetak yang mempunyai kemampuan mencetak grafik atau gambar dengan
baik. Plotter menggunakan pena (pen plotter) untuk membentuk gambar yang
dicetak, tetapi ada juga plotter yang menggunakan inkjet. Plotter ada
yang menggunakan drum (drum plotter) dan ada juga yang menggunakan meja
datar (flat-bed plotter) untuk landasan kertasnya atau meja gulung
(roller-bed plotter).
Bila drum digunakan, kertas diletakkan di atas drum yang akan berputar naik dan turun sesuai gambar yang dihasilkan. Bila digunakan meja datar, kertas yang diletakkan tidak bergerak tetapi sesuatu seperti tangan yang memegang pena yang mampu bergerak ke semua arah. Bila digunakan meja gulung, maka kertas yang diletakkan di atas meja tersebut dapat bergerak maju mundur.
4.1. Plotter Pena
Pada prinsipnya plotter pena memiliki satu pena atau sejumlah pena berwarna-warni untuk menggambar pada kertas atau plastik transparan. Plotter pena tidak membuat keluaran berbentuk pola titik-titik., tetapi keluaran dalam bentuk garis kontinyu.
4.2. Plotter Elektrostatis
Pada plotter elektrostatis ini kertas diletakkan pada tempat datar seperti meja, kemudian dibuat dengan prinsip kerja seperti pada mensin foto kopi, yaitu dengan memberi tegangan listrik pada kertas. Tegangan listrik tersebut yang akan menarik tinta untuk melekat pada kertas. Tinta kemudian dicairkan dengan pemanasan. Kualitas jenis plotter ini tidak sebagus plotter pena, tetapi kecepatannya lebih tinggi.
4.3. Plotter Thermal
Plotter thermal menggunakan pin yang dipanasi secara elektronis. Kemudian pin tersebut dilewatkan pada jenis media yang peka terhadap panas, sehingga terbentuk gambar. Plotter thermal dapat digunakan untuk mencetak pada kertas maupun pada film buram.
4.4. Plotter Pemotong
Plotter jenis ini dapat sekaligus memotonh bahan vinyl, karet, gabus, kulit, dan lain-lain. Contoh pemanfaatannya yaitu pada industri sepatu atau industri pakaian, untuk memotong pola atau bahan sekaligus.
4.5. Plotter Format Lebar
Plotter format lebar biasa digunakan oleh perusahaan grafis, karena plotter jenis ini dapat membuat cetakan berwarna dalam kertas yang sangat lebar.Teknologi yang digunakan ada yang menyerupai printer ink-jet ataupun plotter thermal.
5. AUDIO
Bila drum digunakan, kertas diletakkan di atas drum yang akan berputar naik dan turun sesuai gambar yang dihasilkan. Bila digunakan meja datar, kertas yang diletakkan tidak bergerak tetapi sesuatu seperti tangan yang memegang pena yang mampu bergerak ke semua arah. Bila digunakan meja gulung, maka kertas yang diletakkan di atas meja tersebut dapat bergerak maju mundur.
4.1. Plotter Pena
Pada prinsipnya plotter pena memiliki satu pena atau sejumlah pena berwarna-warni untuk menggambar pada kertas atau plastik transparan. Plotter pena tidak membuat keluaran berbentuk pola titik-titik., tetapi keluaran dalam bentuk garis kontinyu.
4.2. Plotter Elektrostatis
Pada plotter elektrostatis ini kertas diletakkan pada tempat datar seperti meja, kemudian dibuat dengan prinsip kerja seperti pada mensin foto kopi, yaitu dengan memberi tegangan listrik pada kertas. Tegangan listrik tersebut yang akan menarik tinta untuk melekat pada kertas. Tinta kemudian dicairkan dengan pemanasan. Kualitas jenis plotter ini tidak sebagus plotter pena, tetapi kecepatannya lebih tinggi.
4.3. Plotter Thermal
Plotter thermal menggunakan pin yang dipanasi secara elektronis. Kemudian pin tersebut dilewatkan pada jenis media yang peka terhadap panas, sehingga terbentuk gambar. Plotter thermal dapat digunakan untuk mencetak pada kertas maupun pada film buram.
4.4. Plotter Pemotong
Plotter jenis ini dapat sekaligus memotonh bahan vinyl, karet, gabus, kulit, dan lain-lain. Contoh pemanfaatannya yaitu pada industri sepatu atau industri pakaian, untuk memotong pola atau bahan sekaligus.
4.5. Plotter Format Lebar
Plotter format lebar biasa digunakan oleh perusahaan grafis, karena plotter jenis ini dapat membuat cetakan berwarna dalam kertas yang sangat lebar.Teknologi yang digunakan ada yang menyerupai printer ink-jet ataupun plotter thermal.
5. AUDIO
Audio adalah
merupakan salah satu elemen yang penting, karena ikut berperan dalam
membangun sebuah sistem Komunikasi dalam bentuk suara, ialah suatu
sinyal elektrik yang akan membawa unsur-unsur bunyi didalamnya. Audio
itu terbentuk melalui beberapa tahap, diantaranya: tahap pengambilan
atau penangkapan suara, sambungan transmisi yang membawa bunyi,
amplifier dan lain-lain.
Macam-macam atau Jenis-jenis audio, terdapat berbagai macam audio yang dikelompok berdasarkan media ataupun perangkat yang sering gunakan, diantaranya:
Macam-macam atau Jenis-jenis audio, terdapat berbagai macam audio yang dikelompok berdasarkan media ataupun perangkat yang sering gunakan, diantaranya:
- Audio Streaming adalah suatu istilah yang dipakai untuk mendengarkan siaran langsung atau live melalui jaringan internet. Seperti contohnya: Winamp (MP3), RealAudio (RAM) dan juga Liquid Radio.
- Pengertian audio visual adalah suatu istilah yang digunakan untuk seperangkat soundsystem yang dilengkapi dengan tampilan gambar, biasanya dipakai untuk presentasi.
- Audio Modem Riser (AMR) adalah suatu istilah yang dipakai untuk sebuah kartu plug-in untuk motherboard intel yang memuat sirkuit audio ataupun Modem.
- MP3 adalah (MPEG, Audio Layer 3) suatu format audio yang dikembangkan oleh Fraunhoper Institude dengan memiliki bitrate 128 kbps. Dalam waktu yang singkat MP3 menjadi format paling populer dalam dunia musik digital, sebab ukuran filenya yang kecil dan juga kualitasnya tidak kalah dengan CD Audio.
- WAV adalah suatu format audio yang merupakan standar suara dari de-facto di Windows. Awalnya format jenis ini dijadikan jembatan untuk penghubung file yang akan dikonversi keformat yang lainnya. Tetapi seiring berkembangnya zaman, banyak para pengguna yang melewati tahap ini, pengguna dapat mengkonversi file secara langsung ke format yang diinginkannya. Format ini jarang sekali dipakai sebab ukuran filenya yang lumayan agak besar.
- AAC (Advanced Audio Coding) adalah suatu format audio yang menjadi standar untuk MPEG (Motion Picture Experts Group). Sejak standar MPEG-2 diberlakukan pada tahun 1997, sample rate yang ditawarkan sampai dengan 96 KHz atau 2 (dua) kali sample rate MP3 (MPEG, Audio Layer 3). Kualitas format audio dengan ini cukup baik sekali, bahkan pada bitrate yang paling rendah sekalipun. Salah satu pengguna format audio ini ialah iTunes, toko musik online besutan Apple dan juga piranti atau perangkat pendukung terkemuka untuk format audio ini juga berasal dari produknya Apple yaitu Ipod.
- WMA (Windows Media Audio) adalah suatu format audio yang ditawarkan oleh perusahaan teknologi terbesar di dunia yaitu Microsoft Corporation. Format audio yang satu ini sangat disukai oleh vendor musik online sebab dukungannya terhadap DRM (Digital Right Management) yaitu suatu fitur yang dipakai untuk mencegah pembajakan musik. Selain itu, menurut isu atau gosip yang beredar format audio ini memiliki kualitas yang lebih baik dari pada formaat AAC maupun MP3.
- Ogg Vorbis adalah satu-satunya format audio yang garatis atau terbuka untuk umum. Kelebihannya ialah terletak pada kualitas audio yang tinggi walaupun pada bitrate rendah sekalipun.
- Real Audio adalah suatu format audio yang sering ditemui pada bitrate rendah. Format jenis ini dikembangkan oleh RealNetworks, digunakan untuk layanan streaming audio pada bitrate 128 kbps atau lebih dengan memakai standar AAC MPEG-4.
- MIDI adalah suatu format audio yang biasanya digunakan untuk ringtone pada handphone, sebab ukuran filenya yang kecil tapi sayangnya format audio ini hanya cocok untuk suara yang dihasilkan oleh synthesizer.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar